MAKALAH
BIOLOGI FARMASI
”LIMNOCHARIS FLAVA”

DISUSUN
OLEH :
1. Feby
fitri asyifa
2. Murtazkoh
3. Putihatul
hasanah
4. Nurramadhani
Setiawati
5. Rista
febria putri
AKADEMI
FARMASI AL ISHLAH CILEGON
TAHUN
AJARAN 2015-2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini yang berjudul “TANAMAN GENJER” dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan dan dalam
profesi keguruan.
Harapan
saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Cilegon, 29 November 2015
Penyusun
i
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar...............................................................................................
i
Daftar
isi........................................................................................................
ii
Bab
I pendahuluan.........................................................................................
1
A. Latar belakang.....................................................................................
1
B. Tujuan..................................................................................................
2
C. Manfaat................................................................................................
2
Bab
II Pembahasan.........................................................................................
3
A.
Deskripsi dan Klasifikasi Tanaman Genjer..........................................
3
B. Anatomi dan Jaringan pada Tumbuhan................................................
4
C. Ekologi Genjer (Limnocharis flava) ...................................................
8
D. Distribusi Penyebaran Pertumbuhan
(Limnocharis flava)................... 8
Bab
III Penutup..............................................................................................
10
A. Kesimpulan...........................................................................................
10
B. Kritik dan saran.....................................................................................
10
ii
BAB 1
PENDAULUAN
A.
Latar belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak hanya kaya akan fauna
tetapi juga flora. Jenis Flora di Indoesia juga sangat bergam, mulai dari flora
yang berhabitat di darat hingga flora yang berhabitat di perairan. Salah satu
contoh tumbuhan Indonesia yang berhabitat di perairan adalah Genjer. Genjer di
Sumatra dikenal dengan nama haleyo dan eceng, sedangkan di Pulau Jawa dikenal dengan nama saber dan centongan. Selain itu genjer
juga memiliki nama scientific yaitu Limnocharis
flava yang banyak tumbuh
dirawa atau kolam
berlumpur dengan air melimpah Tanaman genjer digolongkan sebagai tanaman
sayur -sayuran, dimanfaatkan oleh masyarakat di Asia (khususnya Indonesia, Thailand dan India)
sebagai sayuran pendamping saat makan.
Berdasarkan hasil penelitian Biotrop (2008), tumbuhan ini
memiliki kandungan serat dan
gizi yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Jenis
tumbuhan air ini
juga mudah diperoleh di
pasar karena harganya
relatif murah dan mudah cara pengolahannya. Kandungan gizi genjer yaitu tiap
100 gram genjer
adalah energi 39
kkal, protein 1,7
g, karbohidrat 7,7 g, kalsium 62
mg, fosfor 33 mg dan zat besi 2,1 mg. Potensi
dan penyebaran tanaman genjer yang mudah didapatkan menjadi alasan perlu adanya
informasi yang memuat tentang tanaman jenis ini. Hal inilah yang menjadikan
latar belakang tersusunnya makalah dengan judul Tanaman Air Genjer
(Limnocharis flava). Diharapkan dengan
tersusunnya makalah ini mampu menambah wawasan kepada para pembaca tentang
Genjer (Limnocharis flava). Selain itu
juga diharapkan mampu menjadikan sumber referensi dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi maupun penelitian selanjutnya.
1
A. Tujuan
Adapun
tujuan dari tersusunnya makalah dengan judul Tanaman Air Genjer
(Limnocharis flava) adalah :
1) Mampu mendeskripsikan tanaman Genjer
(Limnocharis flava) sebagai tanaman air.
2) Mampu menjelaskan habitat, karakteristik,
morfologi dan ekologi dari tanaman genjer.
3) Mampu menjelaskan dampak adanya pertumbuhan
tanaman genjer bagi perairan.
B. Manfaat
Adapun
manfaat dari tersusunnya makalah ini
dengan judul Tanaman Air Genjer (Limnocharis flava) adalah :
1) Bagi Pembaca
Diharapkan
dengan tersusunnya makalah dengan judul Tanaman Air Genjer (Limnocharis flava) mampu menjadi sumber referensi bagi
pembaca yang sedang melakukan kajian tentang tanaman air Genjer
(Limnocharis flava).
2) Bagi Mahasiswa dan Penulis Lain
Tersusunnya
makalah dengan judul Tanaman Air Genjer (Limnocharis flava) diharapakan mampu menjadi sumber
referensi bagi mahasiswa ataupun penulis lain dalam pengembangan ilmu ataupun
sumber riset selanjutnya.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Deskripsi dan Klasifikasi Tanaman Genjer (Limnocharis flava)
Genjer (L. flava)
merupakan tanaman yang
hidup di rawa
atau kolam berlumpur yang
banyak airnya. Tanaman
ini berasal dari
Amerika, terutama bagian negara
beriklim tropis. Selain
daunnya, bunga genjer
muda juga enak dijadikan masakan.
Genjer cocok diolah
menjadi tumisan, lalap,
pecel, atau campuran gado-gado.
Biasanya ditemukan bersama-sama
dengan eceng gondok
Adapun
klasifikasi tanaman genjer menurut
Plantamor (2008) adalah :
kingdom : Plantae
subkingdom : Tracheobionta
superdivisi : Spermatophyta
divisi : Magnoliophyta
kelas : Liliopsida
subkelas : Alismatidae
ordo : Alismatales
famili : Limnocharitaceae
genus : Limnocharis
spesies : L. flava (L.) Buch
3
Genjer dalam bahasa
internasional dikenal sebagai
limnocharis, sawahflower rush,
sawah-lettuce, velvetleaf, yellow
bur-head, atau cebolla
de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di
permukaan perairan dengan akar yang masuk ke dalam lumpur. Tinggi
tanaman genjer dapat
mencapai setengah meter,
memiliki daun tegak atau
miring, tidak mengapung,
batang nya panjang dan
berlubang, dan bentuk helainya
bervariasi. Genjer
memiliki mahkota
bunga berwarna kuning dengan
diameter 1,5 cm dan kelopak bunga berwarna
hijau.
Tanaman
genjer dapat bereproduksi secara
vegetatif dan dengan biji. Biji yang
terkandung dalam kapsul
matang atau folikel
merupakan biji yang
ringan. Kapsul yang menekuk
ke arah air,
menyediakan biji-biji untuk
dilepas. Kapsul yang kosong
dapat berkembang menjadi
tanaman vegetatif yang
membentuk tanaman inang atau mengapung untuk menetap di tempat lain.
Tanaman ini selalu berbunga
sepanjang tahun di
wilayah dengan kelembaban
yang cukup. Namun, tanaman
ini dapat menjadi
tanaman tahunan dimana
kelembaban bersifat musiman
(Department of Primary Industries and Fisheries 2007)
B. Anatomi dan Jaringan pada Tumbuhan
Secara umum, tubuh tumbuhan terdiri dari organ vegetatif dan merupakan
organ pokok tubuh tumbuhan yaitu akar, batang, dan daun. Akar tumbuh ke dalam
tanah sehingga memperkuat
berdirinya tumbuhan. Akar
juga berfungsi untuk mengambil air
dan garam mineral
dari dalam tanah.
Seperti halnya beberapa organ lain pada tumbuhan,
akar juga berfungsi
untuk menyimpan makanan. Batang memiliki daun yang berfungsi
menghasilkan makanan melalui fotosintesis dan mengeluarkan air melalui proses
respirasi. Selain itu, batang berperan untuk lewatnya hasil fotosintesis dari
daun keseluruh bagian tumbuhan.
1. Daun
Daun termasuk dalam organ pokok pada tubuh tumbuhan. Pada umumnya
berbentuk pipih bilalateral,
berwarna hijau, dan
merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis.
4
Fungsi utama daun
adalah melakukan fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik dengan
memanfaatkan matahari. Fotosintesis terjadi di dalam organel sel khusus yang
disebut kloroplas, yang di dalamnya
terdapat pigmen klorofil.
Struktur luar dan
dalam daun berkaitan dengan
perannya dalam proses
fotosintesis dan transpirasi.
Daun biasanya rata dan tipis sehingga memudahkan masuknya sinar matahari
ke dalam sel. Luasnya permukaan
daun juga memungkinkan
terjadinya pertukaran gas. Secara
umum daun terdiri
dari sistem jaringan
dermal, yakni epidermis, jaringan pembuluh dan jaringan
dasar yang disebut mesofil.
2. Epidermis
Epidermis daun dari
tumbuhan yang berbeda
beragam dalam hal
jumlah lapisan, bentuk, struktur,
susunan stomata, penampilan,
dan susunan trikoma, kutikula Epidermis atas Epidermis
bawah Bunga karang Palisade Xilem Floem
Pembuluh daun Celah utama Celah utama Ruang kosong sub stomata Sel penutup
serta adanya sel
khusus. Struktur daun
biasanya pipih. Jaringan
epidermis atas berbeda dengan
epidermis bawah. Permukaan
atas daun disebut
permukaan adaksial dan permukaan
bawah disebut abaksial.
Sifat penting daun adalah
susunan selnya yang
kompak dan adanya
kutikula dan stomata. Stomata bisa ditemukan di kedua sisi
daun (daun amfistomatik), atau hanya pada satu
sisi, yakni pada
sebelah atas atau
adaksial (daun epistomatik)
atau hanya lebih sering di
sebelah bawah atau sisi abaksial. Letak stomata tersebar pada daun yang lebar kelompok dikotil. Stomata sering
tersusun dalam deretan memanjang yang
sejajar dengan sumbu daun pada monokotil dan gymnospermae. Sel penutup pada
stomata dapat berada di tempat yang sama tingginya, lebih tinggi, atau lebih
rendah dari epidermis.
Epidermis tumbuhan air tidak
berfungsi untuk perlindungan, tetapi untuk pengeluaran zat makanan,
senyawa air, dan pertukaran gas. Kutikula dan dinding selnya sangat
tipis. Sel epidermis
berisi kloroplas. Daun
yang mengapung mempunyai stomata
hanya pada permukaan
atas daun.
5
Daun yang tenggelam biasanya tidak
mempunyai stomata. Beberapa
tumbuhan air yang
tenggelam mempunyai
sekelompok sel yang
disebut hydropotes, yang
berfungsi untuk memudahkan pengangkutan
air dan garam
ke luar dan
ke dalam tumbuhan. Hidrofit yang tenggelam mempunyai
sangat sedikit sklerenkim atau bahkan tidak mempunyai sklerenkim
3.
Jaringan Pembuluh
Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh helai daun dan
menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jaringan pembuluh
membentuk sistem yang saling
berkaitan, dan terletak
dalam bidang median,
sejajar dengan permukaan daun.
Berkas pembuluh daun
biasanya disebut tulang
daun dan sistemnya adalah sistem
tulang dau. Jaringan pembuluh bersama jaringan non pembuluh disekelilingnya
sering dinamakan tulang daun atau vena. Ada tumbuhan yang
mempunyai tulang daun tunggal,
misalnya pada coniferalas dan
equisetum. Pteridophyta tingkat
tinggi dan sebagian
besar angiospermae mempunyai sejumlah
tulang daun. Susunan
tulang daun pada
daun disebut pertulangan daun
atau venation.
Angiospermae memiliki empat tipe pertulangan daun, yaitu menyirip
atau reticulate, sejajar atau
pararel, menjari atau
pelmatus, dan melengkung. Tumbuhan dikotil
mempunyai pertulangan daun
menyirip dengan tulang
daun yang ukurannya berbeda,
tergantung pada tingkat
percabangannya. Tumbuhan
monokotil mempunyai daun dan pertulangan sejajar. Ibu tulang daun terus melalui
seluruh daun dan
hampir
sejajar dengan
panjang daun. Tulang
daun yang lain bergabung dengan
ibu tulang daun
pada bagian ujung
dan pangkal daun. Pertulangan sejajar
ini saling berhubungan
dengan ikatan yang
sangat tipis dan tersebar di seluruh helai daun.
6
Daun menunjukkan kolerasi penting antara sifat sistem pembuluh dan
sifat struktural dan jaringan
non pembuluh yang
dapat mempengaruhi konduksi.
Di antara jaringan non
pembuluh, epidermis dan
jaringan spons dapat
dianggap teradaptasi lebih baik bagi konsumsi lateral di bandingkan
dengan jaringan tiang yang hubungan selnya
terjadi dalam arah
abaksial dan adaksial.
Sesuai dengan konsep
tersebut, rasio jaringan
tiang terhadap jaringan
spons berkaitan erat dengan
luas ruang antara
tulang daun, makin
besar rasio ini
makin rapat tulang daunnya. Telah
ada bukti bahwa
perluasan seludung pembuluh
yang bersifat parenkimatis mengkonduksi
air ke arah epidermis
4. Mesofil
Mesofil daun terletak
di sebelah dalam
epidermis dan tersusun
dari jaringan parenkim. Bentuk sel parenkim antara lain polihedral, sel
dengan lipatan atau tonjolan, bentuk
bintang, ataupun memanjang.
Bentuk dan susunannya
itu menyebabkan parenkim memiliki ruang-ruang antar sel. Umumnya sel
parenkim berdinding tipis tetapi
ada juga yang
berdinding tebal. Dinding
tebal ini merupakan tempat
terakumulasinya hemiselulosa sebagai
cadangan makanan. Mesofil mengalami
diferensiasi menjadi jaringan
palisade dan bunga
karang.
Bagian utama helai daun adalah mesofil yang
mengandung kloroplas dan ruang
antar sel. Mesofil
dapat bersifat homogen
atau terbagi menjadi
jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (bunga karang). Jaringan
tiang lebih kompak daripada
jaringan spons yang
memiliki ruang antarsel
yang luas. Jaringan
tiang terdiri dari sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap
permukaan helai.
7
C.
Ekologi Genjer (Limnocharis
flava)
Tanaman genjer biasa hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa.
Tanaman ini mempunyai akar serabut.
Akar lembaga dari
tanaman ini dalam
perkembangan selanjutnya
mati atau kemudian
disusul oleh sejumlah
akar yang kurang
lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini
bukan berasal dari calon akar
yang asli yang
dinamakan akar liar,
bentuknya seperti serabut, dinamakan akar serabut (radix
adventicia). Tanaman genjer merupakan
tanaman yang mempunyai daun
yang termasuk kategori
daun lengkap, memiliki
ujung daun meruncing dengan
pangkal yang tumpul,
tepi daun rata,
panjang 5-50 cm, lebar
4-25 cm, pertulangan
daun sejajar, dan
berwarna hijau. Batang
tanaman genjer memiliki panjang 5-75 cm, tebal, berbentuk segitiga
dengan banyak uang udara, terdapat pelapis pada bagian dasar. Berdasarkan pada
letaknya, bunga pada tanaman genjer ini
terdapat di ketiak
daun ( flos lateralis atau flos
axillaries), majemuk, berbentuk payung, terdiri dari 3-15 kuntum, kepala
putik bulat, ujung melengkung ke arah
dalam, dan berwarna kuning.
Berdasarkan hasil analisis
penelitian Ikawati, menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
genjer yaitu faktor fisika dan kimia. Diantara faktor kimia yang mempengaruhi
pertumbuhan genjer adalah oksigen terlarut (DO) berkisar antara 3,31– 6,73
mg/L dan pH dengan nilai optimum yaitu 6,5 sampai 7,5. Namun pada hasil
penelitian tersebut menjelaskan bahwa genjer mampu hidup pada kondisi pH 5 – 6.
Sedangkan faktor fisika yang berpengaruh dalam pertumbuhan genjer adalah suhu
optimum berkisar antara 100 – 380
D.
Distribusi Penyebaran Pertumbuhan Genjer (Limnocharis flava)
Tanaman genjer biasa hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa.
Tanaman ini mempunyai akar serabut. Akar lembaga dari tanaman ini dalam
perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang
kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini
bukan berasal dari calon akar yang asli yang dinamakan akar liar, bentuknya
seperti serabut, dinamakan akar serabut (radix adventicia).
8
Tanaman
genjer merupakan tanaman yang mempunyai daun yang termasuk kategori daun
lengkap, memiliki ujung daun meruncing dengan pangkal yang tumpul, tepi daun
rata, panjang 5-50 cm, lebar 4-25 cm, pertulangan daun sejajar, dan berwarna
hijau. Batang tanaman genjer memiliki panjang 5-75 cm, tebal, berbentuk segitiga
dengan banyak ruang udara, terdapat pelapis pada bagian dasar. Berdasarkan pada
letaknya, bunga pada tanaman genjer ini terdapat di ketiak daun (flos lateralis
atau flos axillaries), majemuk, berbentuk payung, terdiri dari 3-15 kuntum,
kepala putik bulat, ujung melengkung ke arah dalam, dan berwarna kuning (Anonim
2009
2.5
Manfaat Genjer (Limnocharis flava)
Menurut Heyne (1987) dalam Alfa (2003) di daerah Toba, genjer
digunakan sebagai makanan ternak terutama babi. Tanaman genjer juga dapat
dibudidayakan sebagai tanaman hias, selain itu genjer juga dapat dimanfaatkan
sebagai salah satu jenis sayuran. Menurut Alfa (2003) di Jawa Barat, daun-daun
muda dan bunga majemuk yang belum mekar merupakan sayuran yang sering dijual di
pasar. Pemanfaatan tanaman genjer secara umum diantaranya sebagai sayuran,
pakan ternak, tanaman fitofiltrasi terhadap polusi air, tanaman penghias kolam,
dan sebagai pupuk (Abilash et al. 2009).
Berdasarkan hasil penelitian oleh Dwiyanti dan Bambang (2006),
menjelaskan bahwa tanaman genjer memiliki potensi untuk menjadi salah satu
upaya pengendalian pencemaran perairan. Salah satu upaya tersebut adalah
keefektifan biofilter tanaman genjer terhadap pengolahan limbah budidaya ikan
dengan sistem resikulasi. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian menunjukkan
bahwa setelah 8 hari pengamatan, efektivitas penurunan parameter NH3, NO3, dan
NO2 terbesar adalah pada penggunaan
tanaman air genjer dengan nilai efektivitas 25,59%, 27,29%, dan 26,73%,
sedangkan untuk parameter PO4efektivitas terbesaradalah penggunaan tanaman air
hydrilla yaitu 24,39%. Hal ini terbukti dengan hasil analisis yang dijelaskan
pada tabel 2
Selain
dimanfaatkan sebagai bifilter ternyata tanaman genjer juga di manfaatkan
sabagai makanan bagi sebagian masayarakat indonesia. Tanaman genjer
(L. flava) mengandung
gizi yang cukup
lengkap, dari protein, lemak,
karbohidrat, mineral dan vitamin.
9
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Genjer (L.
flava) merupakan tanaman
yang hidup di
rawa atau kolam berlumpur yang banyak airnya.
Tanaman ini berasal
dari Amerika, terutama bagian negara
beriklim tropis. Selain
daunnya, bunga genjer
muda juga enak dijadikan masakan.Tanaman air genjer juga memiliki
manfaat yang sangat besar bagi lingkungan yaitu mampu menjadi biofilter
pencemaran air di perairan selain itu tanaman genjer juga biasa dimanfaatkan
sebagai sayuran karena nilai gizi yang sangat tinggi. Tanaman genjer biasa
hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa. Tanaman ini mempunyai akar
serabut. Akar lembaga
dari tanaman ini
dalam perkembangan selanjutnya mati
atau kemudian disusul
oleh sejumlah akar
yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari
pangkal batang. Tanaman genjer memiliki potensi untuk menjadi salah satu upaya
pengendalian pencemaran perairan. Salah satu upaya tersebut adalah keefektifan
biofilter tanaman genjer terhadap pengolahan limbah budidaya ikan dengan sistem
resikulasi. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah
8 hari pengamatan, efektivitas penurunan parameter NH3, NO3, dan NO2 terbesar adalah pada penggunaan tanaman air
genjer dengan nilai efektivitas 25,59%, 27,29%, dan 26,73%, sedangkan untuk
parameter PO4efektivitas terbesaradalah penggunaan tanaman air hydrilla yaitu
24,39%.
B.
Kritik
dan Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga
dapat bermanfaat bagi pembaca. Bila ada saran dan kritik yang ingin di
sampaikan, siahkan sampai kepada kami
10
DAFTAR PUSTAKA
Abilash PC. Pundey VC, Srivastava P,
Rakesh PS, Chandran S, Singh N, Thomas AP. 2009. Phytofiltration of cadmium
from water by Limnocharis flava (l.) grown in free-floating culture system.
Journal of Huzurdous Materials. Vol. 170: 791-797.
Hermanto., Salmi., W. Srimadani.,
Hermawati N. Z. dan N. Lestarie. 2011,GENJER